Posted by: bluethunderheart on: 24 Juli 2009
Berapa kali lagi kamu akan tetap dengan pendirianmu,nak? berapa kali lagi mesti ibu bilang kalau kali ini ibu tidak bisa memenuhi keinginanmu,nak. Sungguh! tolong beri penjelasan yang akurat pada bunda mengenai keinginanmu yang satu ini. Beri alasan yang tepat,ronald. Bukan ibu tidak sayang lagi pada kamu……… tolong jangan katakan itu pada ibu,nak! ibu tidak tahan untuk mendengar perkataan itu keluar dari suara hati anak ibu sendiri. Jangan ya,nak! Ibu tetap akan sayang padamu meski kali ini ibu tidak bisa memenuhi keinginanmu.
Nak!
Kalau saja kamu mau membuka pintu hatimu sekali lagi. Ibu yakin kamu pasti tidak akan megharapkan itu terjadi. Coba. coba buka mata hatimu,nak. Ibu yakin kamu sebenarnya tidak akan pernah melakukan itu sebelumnya. Ibu yakin itu! kemarilah nak, tolong dengar suara ibu sekali ini saja. Tolong jangan pergi dulu ya,nal? Ibu tidak pernah meminta kamu untuk menuruti kenginan ibu kan? dan pasti ibu yang selalu menuruti keinginan kamu. Dan semuanya ibu penuhi. Berapa kali kamu pindah kampus? tiga kali. tiga kali sudah. setiap kamu tidak kerasan di salah satu kuliahan kamu selalu bilang pada ibu kalau kamu ingin pindah kampus ini-itu, dan selalu kan ibu turuti meski ibu harus berdebat dengan ayahmu dan juga abangmu bang joko padahal kalau kamu mau tahu,nak ibu tidak mau menuruti keinginanmu tetapi karena ibu sangat sayang sama kamu ibu rela ngalah dan memilih mengikuti keinginan hatimu daripada saran ayah dan abangmu. Meski menurut ibu mereka itu benar sarannya tapi sudahlah….ibu lakukan apapun yang kamu inginkan. Bahkan ibu juga rela mewujudkjan keinginamu untuk dibelikan mobil seperti abangmu. Nal! jika kamu tahu abangmu itu beli pakai uang hasil kerjanya dan kalau ayah dan ibu bantu juga itupun hanya cicilan pertamanya saja sudah itu abangmu tidak mau dibantu, dia bilang tidak mau merepotkan kami.Nak! coba dech kali ini kamu mendengarkan nasehat abangmu, ayahmu dan juga ibumu.
Anakku tersayang……
Ibu mana yang mau melihat anaknya susah sedangkan orangtuanya memiliki segala yang diinginkan anakknya sendiri. coba… ibu mana,nak! tidak ada. Begitupun juga ibu. ibu belum siap kamu meninggalkan rumah ini saat saat sekarang ini. Nal jangan sekarang kamu pergi dari rumah? ini masih rumah kamu. Ini pastinya milik kamu disaat nanti kalau ayah dan ibumu tiada umurnya. JANGAN………jangan! jangan bilang kalau abangmulah yang nanti akan mewariskan rumah dan segala isinya. Itu tidak benar,nal. Abangmu sudah memilih untuk diberikan tanah saja dan jika ada rezeki abangmu sendiri yang akan ngebangun rumah. Jangan pergi sekarang ya,nal! Duh ibu jadi sedih jika kamu benar benar lebih memilih keinginan mu untuk pergi meninggalkan rumah ini lalu tinggal bersama wanita yang sebenarnya ibu tidak suka.
Pasti karena pernyataan ibu yang tidak suka dengan wanita yang kini bersamamu itu ya, yang membuat kamu lebih memilihnya dari pada ibu. Dengar,nal. Andai pun wanita itu bukan dari golongan seperti kita dan juga tidak sekolah ibu tidak akan pernah melarangnya. Jika memang itu pilihanmu. Sungguh ibu tidak melihat dari itu itu semua. Tetapi ini,nal. wanita ini,nal. Dia masih mempunyai suami dan belum dicerai. Itu yang ibu tidak setuju! Ibu jadi nangis lagi,nal. lihat lihat airmata ibumu…..lihat ibu yang telah melahirkanmu,nal! sebegitu kerasnya keinginan ibu untuk melihat anak ibu bahagia di dunia di akhirat tetapi……….. kamu tetap pada pendirianmu serta memilih hidup bersama wanita itu. Oh, salah apa aku,Tuhan? Andai saja wanita itu bukan milik orang ..aku pasti mengizinkannya tapi ini,Tuhan! dia masih milik orang.Dia……….
Ibu……jangan nangis! ibu tidak boleh menangis. bBarkan ronal memilih keinginannnya sendiri. mari,ibu, duduk dekat joko ya, biarkan joko yang memeluk ibu dan tolong jangan nangis ibu……….ini semua bukan salah ibu. Bukan salah ayah. Ini salah saya,bu. Sayalah yang tidak bisa berdekatan dengan adiknya sendiri sampai sampai tidak tahu semua teman dan kelakuannya. Ibu jangan nagis ya? aku tahu ibu sakit hati tetapi aku juga tahu ibu pasti masih menyayanginya. Sini,bu. duduk lebih dekat lagi dengan anakmu ini. Biarkan aku yang mendengar curatan hati ibu. Biarkan aku yang merasakan perihnya hati ibu. Biarkan aku yang menjaga ibu, ayah dan ronal ya,bu.
( suatu saat aku yakin temanku itu akan terbuka hatinya dan memilih tinggal bersama mamahnya.)
Cinta memang aneh !
Hmmm, segitunya yah, ngilu bacanya
sing podho eling… surga dibawah telapak kakai ibu…
Saya setuju dengan bung ciwir…. surga di bawah telapak kaki Ibu….
wah…wah… Ronal yang aneh, tapi kalo ada di posisi Ronal ya ndak tau lagi mo bilang apa, namanya juga jatuh cinta, gak heran Ibu-nya kalah, hehehe…
Waduh, ini sama persis dengan posisi aku. Bunda, tolong ngertiin ronald ya. Ronald sayang sama bunda.
Pindah kampus 3 kali …
Oh My God …
Mencintai wanita yang masih bersuami …
Oh My God … juga …
Semoga saja Ronal di beri petunjuk jalan yang terbaik …
Salam saya
jadi inget alm. ibu nih
ronal, apa yang kau pikirkan? terjerat cinta?
ya, Cinta memang Buta, gelap, tak berdasar!!!
wah rame pula ni rumah bang blue….
lalalalalala….numpang melepas penat dah beberapa hari gak kesini.
Waduuuuuuh bluuueeeee.. gimana neeeh.. kok begitu yaaaa.. hehehe..
Salam Sayang Blue chayaaaaank
halo blue, pa cabar.. klo ke bdg, mau kopdar?
mungkin hanya anaknya yang bisa mengobati rasa sakit itu….
waduh, kalo Ibu marah, repot deh urusan
Bener2 cinta buta uda gitu katarakan lagi…. haduuu, Nauzubillah, jauh jauh pait pait deh hiiii…………….
11 November 2008 pada 1:29 pm
temanmu itu mungkin sedang khilaf…
bilang padanya jangan sampai menyesal
di saat masih bisa mendapat pelukan mama
di saat masih bisa melihat mama dengan pendar sinar di matanya yang menyatakan penuh pengharapan..
bilang padanya..
tidak ada mama yang pilih kasih
dia harus kembali..sekarang..
saat kesempatan itu masih ada..dan jangan pernah menyesal kelak….