Posted by: bluethunderheart on: 15 Juli 2009
Satu titik nyawa dalam kedukaan
menantang dalam kepasrahan yang menjelang dekat emosi sang angin yang memerah darah
membentak penuh kebengisan sang angin yang datang dalam (bukan) musimnya
sebuah kehendak.
Mata tajam dekap kenafsuan yang bergelora hampir membaptiskan senyum penuh kemenangan saat angin telah menghempaskan nyawa yang tak berdaya.
tanpa beban
tanpa tahu bahwa angin pasti membuatnya tercium jejak jejak kebengisannya…………
tapi kematian [...]
Komentar Terakhir