Posted by: bluethunderheart on: 6 Juli 2009
say…………..
Seperempat jam lagi kita janji akan pergi bareng kan,say. Masih ingat tidak engkau dengan janji janji itu sendiri. Sungguh! Aku sepertinya enggan untuk memperlihatkan kalau aku akan selalu mengiyakan janji janji darimu. Maaf………………..bukannya aku merasa ragu! Bukan, sayangku! Bukan pula aku mulai enggan untuk mempercayai semua perkataan yang keluar dari mulutmu. Bukan itu sayangku. Aku masih akan selalu mencoba menjelaskan pada hati nuraniku untuk selalu meresponnya namun bolehkan jika kesempatan untuk melunakkan niatku ini tetap ku pertahankan?
Sayangku tersayang………..
Bila nanti engkau masih juga belum siap siap untuk segera datang ke persimpangan dekat lapangan bola………aku tetap akan berusaha meyakini bahwa engkau bukanlah sedang melupakannya. Tidak! Ku yakin sekali engkau bisa memperlihatkan bahwa engkau kekasihku yang akan selalu menempati janji janji itu (Meski terkadang engkau suka memolorkan waktunya namun aku akan selalu menyayangimu) Sayang, belahan jiwaku. Buluh rinduku. Aku masih disini menantimu mengharapkan engkau datang menyapa janji denganku. Masih disini menunggumu menjembatani antara waktu engkau sendiri dengan waktu bersama ku.
Tinggal dua menit tiga puluh detik waktu yang engkau janjikan akan segera menemuiku disini………….tetapi keresahan justru sedang menari nari,sayangku.
Dan aku belum sempat menyium wangi keharuman dari tubuhmu sampai saat ini. Padahal aku sangat mengenal semua wewangian yang sering engkau semprotkan ke tubuhmu. Dan aku juga belum menduakan waktuku dengan kelelahan dan juga rasa kejenuhanku disini. Di persimpangan dekat lapangan sepak bola saat aku menantimu. Menanti janji yang engkau tebarkan empat hari yang lewat. Ach! aku masih disini, sayangklu tersayang. Aku akan…………….
“Dinda, kita pulang sama sama yuk, lihat waktu sudah mendekati malam,anakku tersayang,” sebuah teguran yang sangat sangat halus menyerimaikan kesedihan sang gadis yang dalam penantian di ujungnya sebuah pengharapan. Seorang ibu yang akan selalu menemani anak gadisnya yang sedang mengalami depresi saat kekasih yang hendak ditemuinya berakhir diujung kematian. Tertabrak mobil truk saat ia sedang melaju motornya menuju kekasih yang sedang menantinya di persimpangan dekat lapangan sepak bola……………………
tragis banget ceritanya sobat…kadang seseorang yang begitu kita sayangi dan cintai tidak selamanya akan menjadi milik kita, Dia-lah Sang Pencipta yang tahu mana yang baik buat kita….sekali lagi artikel2 keren banget sobatku…
btw bisa tukeran link? saya tunggu ya
tulisannya mengandung makna yang dalam nih..
salam kenal..
Bagaimana jadinya anak gadis itu Blue… Tambah depresikah dia
Malem Blue
6 Juli 2009 pada 2:37 pm
HIks..Hiks…Kenapa selalu berakhir dengan kesedihan ya Mas Blue..
Joko jadi ikut sedih… T_T
Jadi di sini menunggu itu tidak hanya menjenuhkan tapi juga menyedihkan…