Posted by: bluethunderheart on: 5 Juli 2009
Hampir ku bunuh semua waktu yang telah terjadi kemudian hari saat semua kenangan yang pernah ku alami itu mulai terkuak di bongkahan peti ingatanku saat aku tanpa sadar telah menjilat kembali lukisan wajahmu yang menempel erat di dinding diaryku saat aku sedang tak ada yang bisa kulakukan apapun saat perjalanan waktuku kembali pada masa yang selalu membuatku ingin membunuh waktuku.
Akh! apalagi yang tersisa atas dosaku pada masa silam itu, duhai Yang Maha Pengatur waktu? masih adakah sedikit noda yang telah kuteteskan pada kenangan itu? bukankah anyelir yang kutawarkan padanya tak pernah ia tolak mesti ia masih menyimpan seikat bunga tulip di jantung hatinya? bukankah dialah sendiri yang mendorongku hingga aku terjerambat di kota indahnya? aku masih ingat semuanya ,Tuhan?
Semua kenangan yang selalu memberikan lukisan yang terlalu indah tuk ku simpan di diary hatiku bahkan di perjalanan kehidupanku. Bunga perawan itu aku jumpai tengah menyendiri di sudut taman kota dengan luka memar atas derita cintanya bersama kekasihnya yang tengah meninggalkannya sendiri-sendiri meniduri kenangan buruk akan masa depannya nanti.
Bunga perawan itu tengah menyenandungkan irama kesedihannya saat aku mulai merambah pertanyaan kala menatap kedukaan yang memancar terang di bola matanya yang sebenanrnya sangat indah ketika dihiasi tetesan kristal putih itu.
Aku disana dekat tubuhnya yang harumnya membuat bibirku berdecak kagum. bahkan harumnya tak sirna meski senandung itu terus saja bergulir dan kristal itu terus menguncur turun di pipinya yang memerah.
Dan beberapa ratus ribu juta detik kemudian aku tengah bersamanya menikmati alunan lagu yang ceria. Dan aku ingat betul ketika kemudian aku telah menghapus semua lukisan kusam yang pernah terjadi padanya dan ia sangat menikmatinya sampai pada akhirnya ia terguncang kembali saat buah kenangan itu hadir kembali.
Lalu semuanya kembali gelap. Dan segalanya suram tertutup pekat malam yang luka. Tapi aku disini di samping malam malam sendiriku saat ia kembali mencoba menawarkan harum di tubuhnya. Tapi aku terlanjur menghilangkan wanginya dan membuang bunga anyelir dari kotak kenangan itu.
jangan kau musnahkan bau harum itu kawan, waktu khan menjawabnya dan dia khan kembali suatu hari nanti..hahhaa..lagi belajar kayak blue nih…
Sudah lama bukan, kamu buang anyelir itu dan kamu tinggalkan dia tergeletak layu, kering,
tapi, kenapa kamu masih menjilati lukisan kenangan bersamanya? Kenapa kamu menyulam namanya dalam sebuah frame tulisan hati?
Semua kembali kepada hati nurani,
salam hangat Blue!
Dalam. Kata-katanya sangat dalam.
Met malam juga. Pa kbr?
wah wah.. nih judul dan isinya bener2 bikin terharu
Buat aku aja anyelir nya boleh gag?
Syukuri apa yang ada, hidup adalah anugrah.
Tetap jalani hidup ini, melakukan yang terbaik.
salamku untuk sahabatku: Blue.
menyentuh banget ceritanya sobatku…semua yg terjadi ada pelajaran yg bisa kita ambil..btw, bisa tukeran link sobat? saya tunggu ok
hmm… hmmm…. *manggut-manggut*
2 Juli 2008 pada 7:42 am
hu…hu…hu…. sedih……………………
Eeeeeiiiiiiiiiiiiit……………..
jangan terlalu bersedih…….semangat……n keep smile…
jalani hidup dengan penuh OPTImIS!!!