Posted by: bluethunderheart on: 17 Juli 2008
jangan lagi Kau beri daku dengan seribu pesona keindahannya, duhai Tuhan pujaan jiwaku!
jangan!
daku terlalu mudah tergoda apabila Engkau terus memberikannya.
sudah cukup sampai disini sajalah daku mersasakannya.
Lihatlah diriku yang terus terpuruk disisi sungai kegelisahan
menundukkan kepala yang perih menahan rasa itu
rasa yang selalu saja menusuk tepat dihulu jantungku.
Pesonanya memang indah, Tuhan.
dan tiada yang takmengaguminya.
aku saja hampir seminggu sekali menikmati keindahaannya dalam mimpiku
tapi…..!
sudahlah! ia hanya lukisan di baju ingatanku
sudahlah
sudah cukup aku mengiris kulit kebohongannya dan membuangnya ke tempat yg jauh dari ingatanku
karena bagiku, dia telah menodai kepercayaanku
dan diaakan sering memotong lidah kepuasanku dengan pisau kebohongannya
LIDAH tak bertulang…. apalagi HATI dan siapa yang tahu DALAMnya hati… dia sendiri dan Yang MAHA HIDUP
himmmm, im not a poetic person, so, ikut menyimak kata-katanya aja deh
senjata makan tuan …
Lidah itu lebih tajam dari pisau..betul?? maka tidak ada yg bisa memotong lidah kecuali lidah itu sendiri.., maka jagalah lidah…
Kalau Sop Lidah enak dot….. hehehehehe
Maaf kan …. dan iklaskan ….
17 Juli 2008 pada 7:51 pm
sabar kawan…
berdoalah agar lidahmu tak seperti dia…