Posted by: bluethunderheart on: 29 Juli 2008
ku ingin kau tahu duhai pelipur laraku bahwa semenjak kau patahkan sayap cintaku tempo hari aku masih disini menelanjangi kesedihanku di kamarku merebahkan airmataku dipelipis bola mataku yang terus memerah darah kesedihan. Betapa hancurnya perasaanku semenjak kau lakukan itu, duhai sayangku. Betapa menderitanya jiwaku akan tekanan itu.
Lihatlah aku disini, tak ada cahaya yang dapat menyinari [...]
Posted by: bluethunderheart on: 22 Juli 2008
Sungguh Tuhan! aku tak pernah berpikir jika suatu saat aku akan merasakan apa yang dinamakan oleh sebagian banyak insan di dunia ini yaitu; Jatuh cinta. jatuh cinta dengan seseorang yang benar benar aku anggap tepat untuk ku cintai dan tepat untuk ku jadikan sebagai pendamping malam malamku, sebagai bunga dari kelopak hatiku yang saat saat [...]
Posted by: bluethunderheart on: 14 Juli 2008
Sudah kulangkahkan kaki niatku untuk menjauhi rute perjalanan menuju kedukaan itu tetapi ternyata?
Aku masih disini Tuhan? aku masih memasak makanan kepedihan itu sampai berhari hari tetapi ternyata?
aku tak berhasil untuk membuangnya pada selokan hari hariku dan ternyata?
aku tetap duduk di kursi penderitaan itu dan menikmati sisa dari makanan itu dan ternyata?
tetap saja aku tak beranjak [...]
Posted by: bluethunderheart on: 13 Juli 2008
makasih Tuhan
DiriMu telah memperlakukan harapanku yang di kemaren hari lalu bermuram duka nestapa tetapi di hari ini di sepanjang perjalanan sisa waktuku Engkau telah mengusirnya dari tempat telaga nyata.
DiriMu sudah menyetrika helaian bajuku yang kemaren lalu bernoda keputus asaan hingga aku bisa memakainya kembali di tubuh harapan yang indah
DiriMu memberikan sepotong kue asa nan cerah [...]
Posted by: bluethunderheart on: 12 Juli 2008
Tuhan!
Tuhan…….. Tuhan……….
Tuhan……………….Tuhan………Tuhan…………….
Lihatlah betapa deritanya diriku semenjak aku sering membelai benang sutra kedukaanku dengan sangat lembut di sepanjang malam malam yang datang menjemput kegelapanku. Diujung langit hitam hari hariku.
Lihatlah betapa sengsaranya jiwaku semenjak aku selalu mendengarkan senandung lirih jeritan dan tangisanku di sepanjang musim kemarau ini.
BUT!
Itu masa masa di hari kemaren.
AND sekarang?
aku sodah mendesmikrasikan segala bahan [...]
Komentar Terakhir