My Blue Thunder Heart’s BLOG

Perjodohan langit

Posted by: bluethunderheart on: 8 Februari 2010

Bag II

Antara sadar dan tidak akhirnya bayu bermain pada perasaan bayangan semenjak tabrakan tersebut. Segalanya membuyarkan pandangan matanya.

Ia yakin kalau orang tersebut benar benar ketabrak mobilnya namun disisi lain ia tak bisa mengelak saat orang itu berjalan dan berlalu dari pandangannya.

Seperti dalam pertunjukan yang sedang mempertautkan antara seni dengan sebuah kondisi lakon hidup. Dalam basis di pertontonkan atau mempertontonkannya sendiri. Seperti bangkit dari kematian. Memudaran nafas menjadi sebuah simbul ketajaman jasad yang tak bernyawa……..(Apakah kematian merupakan siklus yang benar benar tidak boleh memiliki rasa untuk kesadaran hidup? Apakah Tuhan benar benar menerapkan segalanya itu dalam kitab kitab setiap ajaran yang beraneka ragamnya? Lalu sudihkan jasad melepaskan sebegitu saja saat nyawa masih ingin merangkul erat di sosok tubuh kta?)

Jasad tetap berada disana

Tidak!

Apakah kamu sudah tak percaya Takdir?

Bukan begitu…………………..jasad memang milik kita! Namun……….

Sudah! Aku enggan membahas’jerit perasaan bayu ketika tersadar akan alinea dari kitab kehidupannya sendiri yag asyik di permainkan oleh perasaan yang satunya lagi. Selaksa antara putih dan hitam. Atau setan dan manusia bahkan jejak surga atau neraka. Semuanya membuat bayu tak berkonsentrasi saat hendak bermain basket maupun saat bayu berada di rumahnya sendiri.

Kekacauan lebih jelas atas sukma bisikan dari hati yag beda.

Di kamarnya bayu langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur. Semetara detik seperti hendak berlomba lomba utntuk melestarian langkah langkah kehidupan. Mata bayu sudah terpejam dan sepertinya ia dendam akan rasa ngantuknya sendiri. Hingga sesaat kemudian…………….terdengar sayup sayup lagu one last breath milik creed………….

please come now think i’m falling………..i

t’m holding on to all i think is safe………..

it seems i found the road to nowhere

and i’m tryng to escafe

i yelled back when I heard thunder

but i’m down to ane last breath

and whith it let me say…..let me say

Bersambung


perjodohan langit

Posted by: bluethunderheart on: 6 Februari 2010

Novelet kecil di bulan penuh cinta

Yoza terduduk diam dalam pekatnya malam diantara desiran angin yang menyapa lembut hingga ke hulu hatinya. Dipandanginya berkali kali langit yang menghitam pekat penuh ketegasan.

Sesekali ia menghirup dan menghempaskan nafasnya perlahan lahan. Kedua bola matanya yang dulu tajam kini serasa tertunduk dalam sekatnya sebuah kepedihan.

Diam!

**************

Diatas kursi rodanya nampak Bayuputra sedang mengamati lukisan cat minyak yang bertender di dinding ruang kamarnya. Lukisan seseorang yang sedang duduk memandangi  hamparan air laut yang membiru. Ada bayangan di dekat orang tersebut namun ia sendiri tak pernah mengerti apa maksud dari gambar lukisan yang dibuat Yozi,teman sekolahnya tersebut.

Dan lukisan tersebut sudah bersender di dinding hampir lima tahun sejak temannya memberikan tepat menjelang hari valentine.

Sesaat bayu melemparkan pandangan matanya ke arah luar lewat jendela kamar yang ia buka lebar lebar, tepat hujan  membasah dengan symphoni yang terasa sangat pelan. Dan bayu menikmati tarian hujan tersebut.

Lalu tanpa ia sadari sudah bermain pada bait bait sebuah kenangan yang dengan lantangnya membayang di pelupuk ingatannya…………….

“Kamu selalu akan menyukai suasana seperti sedemikian,bayu,” tutur yozi saat ia bermain ke rumahnya,lalu lanjutnya;”Dingin memang namun kamu akan selalu merindukan wanginya apabila satu hari engkau tak bertemu dengan situasi seperti ini……………..ssst! Jangan bilang aku hanya omong kosong,Bay!” tegasnya saat bayu hendak menggelengkan kepalanya.

“OK nanti aku akan coba mengikuti kata katamu,yoz. Sekarang kita berangkat,”

“Masih hujan,bay!”
“Lalu, kenapa? Apakah ada larangan bahwa kalau hujan kita tidak boleh bermain basket?”

“Bay…………………”
“Mau ikut atau…………”
“Ok aku ikut!” serunya dengan nada sedikit menghelak

Dan beberapa menit kemudian mereka berdua meninggalkan rumah. Dengan mengendarai mobil taruna bayu mengajak yozi ke tempat latihan basket di SLTA 6,bulungan jakarta selatan. Hanya menempuh waktu seperempat menit mereka akhirnya sudah berada ditujuan. Dan bayu hendak memarkirkan mobilnya tiba tiba dari arah di balik depan mobilnya seseorang hampir tertabrak kalau saja ia tidak segera menginjak pedal remnya. Namun tak terjadi apapun juga karena orang tersebut justru melanjutkan langkahnya seakan tak pernah terjadi apapun juga

Suasana sedikit menegang!

bersambung

perempuan itupun………..

Posted by: bluethunderheart on: 4 Februari 2010

mentari menggelap dalam gantungan sang musim

menina bobokan terasa lelah namun menggemaskan

api membara dalam tatapan tungku nasi yang memasak

keringat namun embunnya pagi serasakan menyegarkan pagi membuta

air mengucur dengan tenang penuh kelembutan pada sang permata hati

dan sebagainya dan sebagainya seperti rutinitasnya seorang perempuan di jagat yang banyak sebagian ummat tak menghargai jasa sang ibu.

Umpami ibu uninga……abdi teh katalangsana

dahar isuk henteu sore…..sare taya numepende

abdi sono abdi kangen….hoyong tepang sareng ibu (lagu sunda ini mengingatkan kita pada ibu)

sketsa wajah yang terluka…….

Posted by: bluethunderheart on: 2 Februari 2010

nasib bak cando buah pitulo……….di dalam ramuak lah batarawang

di lua sandiang lai tagak juo……….palampok malu ka bakah urang

taguahkan iman banayk basaba

alah suratan dari nan Satu………(lagu minang serasa mengena dengan postingan ini)

Butiran airmata di pipi anak seusia dua belas tahunan itu terus saja mengalir deras,meski malam telah merambat gelap, dan ia telah berdiri bersandar di dinding tembok rumah tua tak berpenghuni itu, hampir setengah hari. Dan waktu menunjukkan tepat jam tujuh malam. Bayu namanya, lengkapnya Bayu Langit Prakoso, anak ke dua dari enam sanak saudaranya. Bapaknya cuma pedagang asongan yang suka menjajakan dagangannya di depan sekolah SD yang berada di perempatan lampu merah, dekat sebuah mall di sekitar timur Jakarta, ibunya cuma kuli cuci keliling, sedang abangnya masih tergeletak di balai tempat tidur, meringkik menahan sakit yang kurang jelas apa nama penyakitnya, karena bagi orangtuanya, anaknya cuma sakit biasa, katanya; bila ada orang yang bertanya tentang anak ke satunya, dan itu berlangsung hingga tahun ke sembilan. Miris kedengarannya, tetapi demikianlah adanya tanpa dikurangi dan di lebih-lebihkan, segalanya berjalan dengan tanpa satu permintaan welas asih pada semua penghuni bumi di sekitarnya.

Dan bayu masih disana, bersandar memandang alam disekitarnya yang sudah berubah gelap, tatapan matanya kosong tanpa celah kesejukkan yang melekat di dua bola matanya, yang jika pagi hari terlihat bercahaya, memantulkan rasa kedamaian. Itu semua cuma cerita masa lalu, tetapi saat ini, jangankan kedamaian yang melekat, sinar kehidupannya saja sudah memudar, karena yang melekat hanyalah sebuah sinar luka yang menari nari dengan ganasnya di pelupuk bola matanya.

Ia menangis sekali lagi. Bukan karena ia tiada teman yang menemaninya saat itu, tetapi karena ia mulai merasa tidak sanggup lagi tuk menghujat penderitaan ini pada jiwanya sendiri, ia merasa tidak sanggup lagi menggengam mutiara duka itu di dermaga hatinya.

“Kenapa Tuhan! Kenapa!!” jeritnya kemudian, dengan lembut sembari memandang langit yang juga telah tertutup selendang kepekattan malam. Lihat aku Tuhan..Lihat! harus gimana lagi aku untuk menunda duka ini agar tidak datang dalam hari-hariku yang mulai melelahan ini, Tuhan ? Kurang apa lagi aku untuk meminta selembar saja kain kebahagiaan itu untuk aku dan keluargaku, cuma selembar saja, Tuhanku yang Maha Bijaksana. Aku terlalu lemah memang dalam memandang kebaikkan yang Kau inginkan di setiap kali aku memanjatkan doa pengharapan dariMu. Tapi apakah aku masih kurang pantas tuk berselingkuh dengan kebijaksanaanMu yang sering ku lakukan, * apa masih kurang pantas, Tuhanku, lihatlah, mata rantai yang selalu membelenggukan ajaran yang ku anut ini, Tuhanku, semuanya telah kulakukan, segalanya telah kupasrahkan pada mata rantai pemilikanMu, hingga aku takut jika sampai melepaskan salah satu mata rantai itu tersebut, aku benar benar takut Tuhan, karena kata ibuku’ seapapun parahnya penderitaan yang sedang kita jalani jangan sampai kita melupakan perintahNya, dan itu terus terngiang-ngiang di bunga ingatanku.

Aku salah apa Tuhan? apa karena kemarin, delapan ratus detikyang lalu, aku keseringan memuntahkan kristal-kristal putih, dijemari tangan nafsuku sendiri? menidurkan tubuhku diatas benang mimpi-mimpi yang indah? atau karena aku pernah menelanjangi janjiku tuk tidak bersetubuh dengan nyanyian dosa? hingga lupa tuk tetap mencium perintahMu? apa hanya karena itu hingga aku masih menghirup bau keperihan di sepanjang hari hariku.

Diriku teramat letih tuk menjuntai benang derita itu saat ini Tuhan. Semusim derita tetap berada di rumah kehidupanku, dengan menatap derita yang memancar di mata orangtua kami. yang entah sudah merajut beban apa lagi tuk di tanggungnya, segalanya terasa berat, beban keluarga, sanak saudara yang enggan bersentuhan degan kehidupannya, berita kenaikan harga kontrak rumah,minyak tanah, listrik, bahan makan dan entah apa lagi yang akan ia dengar beritanya. Aku tak sanggup lagi untuk tidak mengakhiri perjalanan derita ini sampai malam ini, sampai………. …….. …….. (segalanya berhenti saat Bayu mulai mengakhiri perjalanan hidupnya diatas pohon dekat rumahnya bergantungan )

sebuah dilema saat aku baca dan menyaksikan berita duka yg terjadi dalam kehidupan seorang penerus bangsa itu harus berakhir………….

hadist kecantikan…..

Posted by: bluethunderheart on: 1 Februari 2010

kilau asa diantara reruntuhan keinginan

menjelang senja diatas perjanjian

sudut lelah menjerit dalam ketidak pastian

aku disini menanti dengan  duduk bersila nafasnya harapan untuk menjadi yang tercantik buat ummat yang membaca hadist kepastian cinta yang mendera.

tuk seorang gadis ynag enggan berbagi hanya satu cinta…………….GOYIN!

Kitab kepalsuan

Posted by: bluethunderheart on: 30 Januari 2010

menggergaji angin dalam dinginnya surau malam malam

meretakkan hembusannya hingga tepat di hulu nafasku

bergelombang namun seperti tersekat sekat berbagai cara untuk melakukan sesuatu

dan aku masih di persimpangan antara sadar dan tidak

tetapi wangi atas dosa itu semakin menyiksa harumnya membelai kedua mata bathin ini tetapi sekali lagi aku masih disini menggergaji angin yang menghembuskan atas harumnya parfum kelicikkan,kerakusan serta ketamakan pikiranku

Seperti sedang membaca kitab kitab kepalsuan tingkahku sendiri disini, di surau yang biliknya serasa menggigit dan menggerogokin kulit ariku hingga mengelupas.

tuk para penjilat serta pecinta koruptor yang merajalelah disekitar kita………..Sadarlah!

gurindam kerisauan

Posted by: bluethunderheart on: 29 Januari 2010

Bukan kyai sastra………yang hendak melafalkan hadist hadist kebaikan atas usaha jiwa menyertai bahasa. Dan bukan hendak menjadi sang Nabi apabila ayat ayat ini lebih berisi dari ketidak sadarinya akan mudorat sebuh perjalanan Kehidupan.

Dan bukan pastur seni…………apabila rangkuman detik detiknya arti dari hariku ini berisi pengampunan di altarnya sebuah kasih sayang.  Sekali lagi bukan karena hendak memberi roti roti di perjamuannya rasa di hatiku.

Sekali lagi bukan siapa siapa jika anyaman ini terlahir dalam bimbingan anak anak domba serta ummat ummat yang terbaik karena ini hanyalah sebuah gurindam kerisauan jiwa jiwa yang terbelah dalam hasrat beraneka rasa…………….di suraunya sebuah kehangatan seni

heheh……..tulisan tuk para pencinta seni dan sastra dimanapun berada…………..langitjiwa, mas goenoeng,nug,ivan kavalera dan lainnya………..

1 Rindu

Posted by: bluethunderheart on: 27 Januari 2010

Sujud dengan kesempurnaanya tengah aku lakukan saat ini,Tuhanku yang kesempurnaannya melebihi kebajikan yang telah aku lakukan saat saat ini, tetapi tidak! Bukan karena pasir pasir permasalahan itu telah menimbun tembok dan dinding dinding kejiwaanku hingga aku benar benar bersujud padaMu.

Aku tahu, aku terlalu jauh saat mencoba membangun pondasi rumah imanku. Aku rapuh saat memilih tanaman yang cocok untuk istana hatiku. Dan aku ternyata terlalu melekat pada cat warna kedukaan dibandingkan dengan warna putih kesucian. ( Apakah berarti putih benar benar suci Tuhanku?)

Dan satu Rindu ini menjadi sebuah kebijakkan yang lebih arif tatkala palu di altarnya sebuah meja sidang kelukaan jiwaku terasakan disini, di penghujungnya sebuah malam malam yang membeku pekat.( perlukah menyingkirkan rasa malu atas sujud yang benar benar terlaksanakan sebuah perTOBATAN?)

Rangkuman kalimat atas judul yang dikehendaki sahabatnya blue

Buah hati mama

Posted by: bluethunderheart on: 26 Januari 2010

Sahabat……..

ini adalah bagian dari novel Remember me

blue harap sahabat masih mau memberikan masukan tuk karya yang kagak berkarya ini

Sidney di sebuah pagi

Entah mengapa di saat Alfin hendak mendekatkan diri aurel pada buah hatinya tiba tiba saja carol datang untuk memastikan kalau aeldya itu buah hatinya juga. Aurel tak bisa berbuat apa apa demikian juga dengan alfin. Sekuat apapun ia mempertahankan keberadaan anak itu di dalam kehidupannya namun akhirnya ia mesti menyadari kalau ia hanyalah sebuah tempat persinggahan yang pernah di rasakan oleh anak perempuan itu. Segalanya menjadi sebuah dilematis dalam kehidupan antara ia, aurel, carol dan anak perempuan yang berusia delapan tahun itu.

Demikian juga dengan aurel apa yang mesti bisa ia harapkan untuk memberikan kebebasan pada alfin untuk tetap menjadi bagian dalam kehidupan aeldya. Sudah lelah ia mencoba membujuk agar carol mau memberikan kesempatan untuk alfin agar bisa bersama sama dengan anak itu. Namun carol tetap pada pendiriannya. Ia tetap menginginkan anak itu dalam kehidupannnya.

“Dia darah dagingku,real?” ucapnya dengan tanpa menimbangkan apapun perasaan yang dialami oleh alfin.

“Dia juga darah dagingku carol dan kamu mesti ingat itu!” tegas aurel saat carol datang menemuinya di kediaman tante sari.  Dan untungnya tante sari sedang mengajak kedua anaknya berkeliling.

DIAM!

“Aku ingin merawa……………..”

“Kenapa baru sekarang carol kamu katakan itu!” potong aurel saat carol tetap pada pendiriannya, lalu lanjutnya dengan nafas yang mulai tak menentu;”kenapa baru sekarang! Kenapa kamu tidak bilang niatmu itu sedari dulu saat anak kita masih di kandunganku sendiri. Kenapa carol? Kenapa baru sekarang……………jangan memotong dulu pembicaraanku carol,” desaknya saat melihat carol hendak memotong pembicaraannya. Tegasnya lagi”Jangan bilang kamu baru menyesal sekarang! jangan bilang kalau kamu sangat menyesali keputusanmu sewaktu dulu. Saat aku mendesakmu untuk mempertanggung jawabkan atas perutku yang telah berisi janin Kenapa carol?” isakkan aurel semakin menghiba. Carol hanya terpaku menantap aurel.

Hanya dengus nafas yang tercipta dari mulut mereka berdua.

Dan airmata itu sudah membasah di pipi aurel.

“Sekarang………..kamu bilang………kamu hendak merawat anak kita? Dengar Carol………..itu sama saja menyakiti perasaanku sendiri dan juga perasaan alfin.”

“Tapi dia anak aku juga kan,real?”

‘Benar! sangat benar carol tetapi tidak saat ini. Itu tidak mungkin carol……….alfin lah yang menjadi ayah dari aeldya saat ini. Di mata anak kita mungkin kita sudah dianggapnya tidak ada. Karena kita bukan dari bagian bayang bayang kehidupannnya,” Sesaat aurel menghapus airmata dipipinya dengan punggung tangannya sendiri” Karena kita tidak ada saat anak itu baru mulai merangkak sampai seusia sekarang ini. Delapan tahun carol…..kita tak ada disisinya. Delapan tahun aku dan kamu tidak pernah mempertanyakan keadaannya.”

“Real…………..”

“Sebaiknya jangan kamu renggut anak itu dari kehidupan alfin,carol. Aku mohon…….jangan buat satu masalah yang baru dalam kehidupan anak sekecil itu”

Diam!

Carol menatap wajah aurel dengan lekat. lalu………..

Bersambung

Remember me XI

Posted by: bluethunderheart on: 25 Januari 2010

Perlahan lahan aurel mencoba merenggangkan jarak. Dan Alfin menyadari itu. Ia sadar kalau pebicaraan tentang aedya tak akan pernah bisa membuat aureal tenang. Di usapnya punggung tangan aurel untuk beberapa kali.

Dan Aurel hanya terdiam. Bukan karena ia ingin melupakan aeldya. Bukan! Aurel tak akan pernah lupa. Dia menyadari bahwa masa lalunya memang menghasilkan buah si malakamanya atas percintaan yang tak pernah ia lupakan. Lelaki yang telah menidurinya pun aurel tak akan pernah lupa. Namun kali ini ia benar benar tak ingin membicarakan tentang aeldya. Ia sudah menutup semua masa lalu aeldya dan menyerahkannya pada lelaki yang bernama alfin.

Ya, alfinlah yang dulu saat pertama kali ia datang ke australia demi menghindari atas segala peristiwa yang sangat menyulitan keputusan  antara ia dan carol. Ya, aeldya memang anak hasil hubungan percintaan yang dulu ia lakukan bersama carol. Dan carol bukan ingin menghindari dari tanggung jawab pada saat ia tahu kalau aurel hamil. Tidak! Bahkan dalam hati kecilnya ia ingin merawat dan membesarkan anak yang ada di dalam perut aurel. Namun karena terbentur pada sebuah ikatan kontrak oleh beberapa PH yang tidak menginginkan artisnya terlibat akan hubungan gelap dengan siapa pun. Makanya dengan berat hati ia perlahan lahan mencoba memberi pngertian pada aurel.

Namun aurel bukanlahah perempuan yang hendak menghemis atas tanggung jawab maka ia memilih untuk memutuskan hubungan dengan carol. Kemudian ia mencoba melupakan semuanya dengan mengambil keputusan untuk tinggal di australia. Di rumah kakak dari mamahnya. Perutnya baru berusia empat bulan pada saat aurel menjauh dari kota jakarta dan juga dari carol. Begitupun dengan carol. Ia memutuskan untuk belajar acting di negara belgia. Dan disana ia pun tak bisa menghindari dari retunitas pekerjaannya. Disana ia terlibat oleh beberapa agency.

” Dia mirip sekali denganmu,aurel?” alfin mengusik kediaman aurel yang terkenang akan masa lalunya. Katanya kemudian,” Dia juga pintar serta baik hati, ia gampang bersosialisas dengah sekelilingnya. Oya, aurel. Jika kamu mau menemuinya aku akan menghantarkanmu ke rumah. Ach………tak usah ku bilang begitu ya,aurel. kamu lakukan saja semaumu. Aku tak akan pernah membatasi pertemuanmu dengannya.”

Diam!

Di benaknya ia merasa sangat berterima kasih karena ia telah bertemu degan lelaki yang sangat memuliakan keadaanya. Alfinlah yang merawat aeldya saat ia memutuskan untuk kembali ke jakarta setelah melahirkannya. Afin pulalah yang memberi kasih sayang………….ya aku tak akan pernah meragukan segala kebaikkan alfin terhadap anak dari perutnya.

Aku lah yang meminta agar alfin tak usah memberi kabar atas perkembangan aeldya dari kehidupannya. Dia ingin melupakan aeldya dengan memilh untuk menerima perjodohan yang dilakukan oleh mamahnya bersama nino.

“Mah………”

Aurel  menoleh ke belakang saat anaknya memanggil manggilnya. Di berikan senyuman untuk menyabut kedua anaknya yang sudah berkeliling dengan tante serta teman teman tantenya.

“hey,fin tak disangka ya kita ketemu lagi disini,”ujar sari saat melihat kehadiran alfin yang duduk disebelah aurel. Lalu mereka bersalaman dan saling memperkenalkan pada teman teman sari dan juga pada anak anak aurel

“Ini namanya Om alfin. Dia jago main biola dan piano lho “  sari mulai memperkenalkan alfin pada mereka semua. Semuanya terkagum kagum. Kata nya lagi,”Dan sabtu besok ia akan konser tunggal kecil kecilan lho di salah satu musium yang ada di kota  sydney.”

“Sar…………sudah dong jangan pamerkan aku pada mereka semua. Malu aku jadinya,”rajutnya yang justru disambut dengan tawa dari semuanya.

Keakraban mulai tecipta. Dan aurel sangat senang ternyata anaknya juga mulai mengakrabkan diri pada alfin. Bahkan anak yang laki laki ingin sekali diajarkan biola olehnya.

Keesokan harinya.

Pagi hari aurel sudah menelpon ke nino dan menanyakan keadaanya. Dan sebaliknya nino bertaya tentang anak anak dan juga kabar keluarga tante sari.   Dan aurel juga mengatakan kalau ia akan balik ke jakarta pada hari minggu.

Jam Sebelas siang

Kali ini ia diajak oleh sari menikmati pemandangan lain dari negri australia, dan sepertinya aurel pun  pasrah diajak berkeliling. Dan kali ini pun anaknya meminta agar om alfin juga diajak. Dan mau tak mau ia menawarkan keinginan anak laki laki nya.

Dan alangkah senangnya anak laki lakinya ketika tahu kalau om alfin akan ikut serta.  Aurel tahu kalau anaknya menginginkan agar alfin mau mengajarkan cara bermain piano dan biola pada nya.

Kali ini semua diajak untuk naik ke monorael. Namun berhubung aurel paling takut dengan ketinggian akhirnya ia tak jadi menikmati melihat pemandangan keliling sidney. Dan Alfinlah yang menemaninya sembari duduk duduk di bangku di sebuah taman dengan memesan segelas juice tomat sedangkan alfin memilih coffe.

Aku bawa photo anakmu,aurel,” kata alfin sambil mengambil sebuah photo seorang gadis manis dengan rabut dikepang dua.

Tadinya aurel belum siap untuk melihat photo anak perempuannya namun seketika saja tubuhnya bergetar. Ia ambil photo itu dan di pandanginya dengan seksama. Airmatanya mulai membasah. Dia tak mengira kalau alfin sangat menyayangi anak yang bukan dari darah biologisnya.

Sesaat aurel memandang wajah alfin. Lelaki yang dulu sempat menjadi suami pinjaman agar tetap memandang status aurel yang tak bersuami saat ia hamil. Dan alfin sangat mendukung mesti ia hanya menjadi suami sesaat. Ia tak merasa harga dirinya telah di permainkan seorang perempuan. Tidak! Bahkan alfin dengan sangat gembira bisa membantu seorang perempuan yang membutuhkan status untuk anak yang nanti di lahirkannya.

Sesaat alfin tersenyum untuk selanjutnya mengangguk.

“Diakah anak bilogis kita,real? tiba tiba sebuah pertanyaan keluar dari arah belakangnya. Aurel mendadak berpaling dan menoleh ke belakang. Tiba tiba ia terpana mulutnya ternganga…….

Bersambung.

SAHABAT…………….. NOVEL INI AKAN MENJADI TIGA BAGIAN YANG BESAR DENGAN JUDUL BERBEDA TETAPI TETAP ADA KESEINAMBUNGAN ANTARA PARA TOKOH TOKOH DI NOVEL INI.

DAN YANG INI ADALAH BAGIAN PERTAMA SEDANGKAN BAGIAN YG KEDUA KISAH AWAL PERTEMUAN AUREL DENGAN CAROL. LALU YANG KETIGA TENTANG TOKOH ALFIN………….APAKAH MENURUT KALIAN ALFIN PADA AKHIRNYA AKAN TETAP MENJADI ORANG BAIK? JAWABANNYA ADA PADA SEKUEL YANG KE TIGA NANTI……………..LALU BAGAIMANA NASIB ANAK ANAK AUREL YG LAINNYA?

Dan yang terpenting ada tokoh Zulhaq serta Bayuputra tokoh yang penuh dengan antusias tuk mencari kebahagiaan dengan cara apapun juga…….heehhe Mudah mudahan om zulhaq serta bang bayu tak marah y…….

NAMUN ITU SEMUA JUGA JIKA SAHABAT SAHABAT BLUE TIDAK KAPOK MEMBACA DAN MENDAPATKAN NOVEL KACANGANNYA

SENANG RASANYA BLUE TETAP MENJADI BAGIAN DARI SAHABAT SAHABAT BLUE…..SALAM LOVE 4 U DECH HEHEH…………….

arsip bluethunderheart

my blue calendar

Februari 2010
S S R K J S M
« Jan    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728

Blue Stats

  • 55,337 hits