My Blue Thunder Heart’s BLOG

Man, love and silent night

Posted by: bluethunderheart on: 10 November 2009

bagian ketiga

Saat semuanya bergegas ke tempat dimana leo ternyata itu hanyalah tipuannya sendiri saja agar teman temannya jadi panik.  Dan balasan yang diterimanya adalah sebuah makian,tendangan kecil serta pukulan di bahunya. Setelah itu semuanya kembali kumpul ke rumah kosong yang menjadi markas mereka. Semuanya kembali dengan tanpa menyadari ada sesuatu bayangan hitam di balik tembok rumah kosong tersebut yang sedang memperhatikan keberadaan Topan cs.

Sebuah bayangan yang terkadang menjadi sebuah lukisan menakutkan pada emosi perasaan ketakutan kita sendiri

****

Sudah hampir tiga hari Hanz belum bertemu dengan kekasihnya. Tiga hari pula ia tak berkunjung untuk sekedar mencari tahu kabar kekasihnya itu. Semuanya belum ia inginkan. Semuanya masih menjadi sebuah kegalauan yang semu di pelapis kulit asanya. kehidupan memang sedang berlangsung. Sesuai dengan mata kuliahnya saat ini mengenai psikologi perkembangan terutama tentang Memaknai peristiwa hidup. Ia terlihat malas malasan saat pak dosen itu mulai menerangkan……..

Lalu terdengar kembali suara Darwin mulai mengutarakan pendapatnya mengenai pelajaran psikologi itu.

Katanya; apabila kita mengacu pada kisah kehidupan orang orang sukses yang kita kenal dan diperkenalkan oles sejarah maka cenderung diperoleh kesimpulan yang sama persis bahwa  kegagalan merupakan suatu peristiwa potensial yang bersifat netral, lanjutnya lagi,” hidden potential events yang tidak memiliki makna  tertentu kecuali setelah diberi pemaknaan oleh kita, nasib, takdir,siksaan.cobaan, tantangan ataupun pelajaran.”

Every adversity, every unpleasant circumstance, every physical pain carries with it seed of an equivalent benefit……sebuah ungkappan yang terdengar sangat bijak sangat mungkin untuk kita memahaminya. Tetapi ternyata.kadang saat ketika kita mengalami sebuah kegagalan maka hanyalah segelintir individu yang dapat atau bisa mengaplikasikan sesuatu makna yang terkandung dalam kalimat yang di buat oleh Ralp Waldo Emerson tersebut. Maka………….

Selanjutnya yang terdengar oleh Hanz hanyalah sebuah bisikan yang sangat sangat lembut memanggil namanya.semakin ia mengendus bisikan itu semakin dekat rasanya ia dengan sumber suara tersebut. Gelap! Lalu……gubrak! Hanz tak bisa mengimbangi tubuhnya sehingga ia jatuh ke samping saat matanya terlelap tadi. Ia berusaha bangkit dengan sejuta kecemasan serta tertawaan dari raut raut yang senang melihat kesialannya itu. Hanz duduk kembali ke tempatnya dengan sejuta rasa malu. Selamjutnya ia pamit keluar ruangan.

****

Susah payah Clara berusaha mencoba melepaskan diri tetapi semakin kuat saja ikatan tali tersebut. Keluh kesah semakin membuatnya tak karuan. Ia berteriak sekencang kencangnya. Di goyang goyangkannya tubuh sehingga meja tersebut ikutan bergoyang. Ia menarik nafas. Mengeluh kesah. Segalanya terlihat semakin tertekan apalagi saat pintu itu mulai sedikit terkuak. Dan bayangan yang selama ini menjumpainya tampak membawa sepiring bubur tanpa apa apapun juga. Masih panas. Masih mengempulkan asap di atas bubur tersebut. Di hampirinya Clara yang semakin terlihat membencinya. Ia diamkan saat sang bayangan itu mulai menyuapinya. Ia diamkan. Bahkan yang dilakukannya hanyalah makian penuh kebencian serta meludahkan muka si bayangan tersebut. Bayangan yang nampak di tutupi wajahnya itu mulai resah. Tetapi Clara semakin menjadi jadi. Ia ludahi lagi bukan hanya sekali tapi dua kali, tiga kali dan beberapa kali lagi.

Hingga akhirnya bayangan tersebut emosi jadinya. Ia tumpahi bubur panas tersebut ke kaki, tangan serta pangkal paha Clara. Clara menjerit kesakitan tetapi semakin ia menjerit semakin banyak bubur yang di tumpahi ke tubuh clara. Sampai habis. Sampai tidak ada sisa dan hanya menyisahkan jeritan dan tangisan Clara yang mengaduh aduh kepanasan.

“Anjing kamu!”

pyuh! satu semprotan ludah itu di arahkan ke wajah sang bayangan tersebut, lalu katanya lagi,” Gue nggak kenal siapa lho. “Tapi gue yakin lho tuh iblis berwujud manusia ………. seiblis iblisnya orang gila!” Anjing…..tai……….”

Bayangan itu menggeram. Bayangan itu menaikan emosinya. Bayangan itu mengambil sebilah pedang panjang yang tampak berkilauan. Clara tak takut. Clara tetap memaki maki bayangan tersebut. Clara akhir……………………

Setega itukah manusia misterius  akan membunuh clara? Lalu sebenarnya siapakah dia itu? KangBoedkah, mas kawanlama,atau yangputri mungkin……………….hmm, jangan jangan bluethuderheart sendiri si tokoh tersebut?heheh……..kalau yang terakhir cuma mau narsis doang dech kayaknya . Jadi tetaplah bersambung ………..

man, love and silent night

Posted by: bluethunderheart on: 9 November 2009

bagian kedua

“Aku cinta ka…………….

Hanya itulah yang tertulis di hpnya. Hanya itu.

Keduanya kembali saling diam

“Pandangan mata mereka masih terus saling bertatapan dalam rasa yang penuh dengan kegalauan yang tak di mengerti. Terutama dalam garis kerutan di mata Hanz terlihat jelas ia dalam kerisauan. Ia menarik nafas sesaat kemudian di hembuskannya kembali ke atas udara. Sementara Darwin hanya dapat memperhatikan sahabatnya saja. Ia sendiri masih tidak mengerti apa yg ada dalam pemikiran Hanz

Lima menit kemudian Darwin membantu memapah tubuh Hanz dan bergegas menuju ke mobilnya. Ia letakkan tubuh Hanz ke bangku depan dan ia sendirilah yang mengemudikan kendaraannya (biasanya Hanz yang mengemudikan kendaraan miliknya jika berangkat ke kampus berdua.)

Segalanya akan tampak indah jika persahabatan di aliri rasa saling membutuhkan

Berselisihan waktu. Nampak clara berusaha mencoba melepaskan diri dari ikatan yang melilit di kedua kaki serta tangannya yang menempel lekat di meja kursi yang sudah tak terpakai. Di dalam ruangan yang gelap penuh taburan debu serta rentetan benang benang laba laba di setiap sudut ruangan itu. Ia berusaha berteriak kencang namun mustahil ada yang mendengarkan karena ruangan itu berada di bawah dengan endapan suara. keringat sudah menjalar di sekujur tubuhnya. Ia terlihat hampir putus asa.

Dalam kerisauan akankah akan datang sebuah keajaiban?

****

Duduk rilex di kursi di salah satu sudut ruangan tamu Darwin yang sangat luas serta nyaman. Nampak pandangan  Hanz lepas ke sebuah kolam renang yang menyatu dengan ruang makan yang berada persis dekat taman samping rumah. Tiada ada satu benda atau pun ornamen ornamen yang memisahkan ruang satu dengan ruang yang satunya lagi. Tak ada sekat pembatas. Dan itulah yang membuat ruangan nampak semakin luas.

“Gimana Hanz dengan hidungmu? sudah baikkan?” sapaan darwin membuat Hanz segera mengubah pandangannya hingga segera menatap sosok tubuh sahabatnya yang datang dengan membawa beberapa apel yang tergeletak di atas piring makan yang kecil itu. Di anggukannya kepalanya. Maka selanjutnya adalah pemandangan sebuah keakraban yang mengalir dengan penuh persahabatsn yang sedang di tawarkan oleh sahabat sejatinya itu. Hanz tahu memang sifat dianya itu memang seperti itulah. Sahabat yang selalu memperhatikan teman temannya sendiri bukan dengan  aku saja tetapi ia selalu melakukannya terhadap sahabatnya . Dan itu berlangsung sejak dari sd sampai sekarang. Ya, sebuah sajian yang terkesan sangat indah yang selalu di tawarkan dalam persahabatan bersama dirinya. Makanya ia tak kan pernah mencoba mengelak dengan segala sajian yang selalu ia tawarkan terhadap dirinya. Sama seperti sekarang ini Hanz menerima sepotong buah apel yang sudah di kupas kulitnya. Ia menerimanya. Ia memakannya dengan penuh suka cita.

Hening!

“masihkah akan kau jadikan Clara sebagai kekasihmu,Hanz? tanyanya memulihkan kediaman yang sejenak telah berlangsung beberapa menit. Hanz menggelengkan kepalanya pelan seakan menggambarkan keraguan akan sebuah keputusan hatinya.

“Kau menyayangi dan mencintainya,Hanz?

Diam

“Hanz…,”

Hanya kediaman yang mewakili atas pertanyaan sahabatnya itu. Dan itu cukup dapat di pahami oleh Darwin makanya ia tidak lagi mengusik usik hati sahabatnya dengan sebuah pertanyaan pertanyaan tentang cinta Hanz.

****

Pukul 22 lewat 35 menit

Malam sudah melelapkan sebagian penghuni kota jakarta. Hanya beberapa segelintir sosok saja yang nampak berlalu lalang di sekitar hunian masing masing.  Di ujung gang sebuah perumahan elit nampak Topan, lelaki yang tadi siang bergelut baku hantam dengan Hanz di kampus sedang duduk duduk santai dengan teman teman sekomplek rumahnya. Terlihat ia nampak sedang gusar bahkan kemarahan terlihat jelas di raut wajahnya yang memang tampan itu. Sesekali ia menggempalkan kedua tanganya penuh dendam. Sementara temannya hanya menyaksikan aksinya dengan tetap mencoba membiarkan Topan mengexpresikan ke marahan yang muncul dalam diri topan sendiri.

” gue punya rencana sendiri untuk Hanz dan juga ………..Clara!” tegasnya kuat. sekuat ia menggenggam tanganya sendiri. Kemarahan terkadang muncul dengan tanpa di sadari dan itu yang di lakukan oleh Topan.

“Lho melakukannya juga terhadap Clara?” tanya salah satu teman Topan yang duduk persis di sebelahnya. Ia nampak asyik menikmati segelas minuman memabukkan itu. Hanz mengangguk cepat. “Gue setuju,Hanz. Dan gue akan bantu lho melakukan pembalasannya.” ucap Leo lagi.

Semuanya saling berpandangan.

Kemudian orang yang bertanya itu pamit ke belakang ke kebun liar yang berada persis di belakang rumah kosong yang selalu menjadi markas Topan kumpul bersama sama sahabatnya itu setiap malam.

Malam yang penuh kerisauan dalam hati orang orang yang sedang di landa permasalahan terkadang menjadi semakin pekat di awan pemikirannya masing masing. Topan masih asyik menikmati kerisauannya serta sahabat sahabat yang lainnya asyik menikmati minuman yang di bawa Topan. Semuanya dengan keayikan masing masing. Hingga………………….

“Hanz …………….tolong………………”

jeritan Leo.

Adakah yang menganiaya sahabat topan hingga ia berteriak meminta pertolongan? Lalu siapakah yang mengurung clara di ruangan tersebut?

heheh………….nyambung lagi yuk…………

Man, Love and silent night

Posted by: bluethunderheart on: 8 November 2009

Sebuah novelet Misteri

PERSEMBAHAN SANG CINTA

“Sahabat setia adalah sahabat yang benar benar menyadari arti dari keinginan sahabatanya itu sendiri. Persahabatan yang di landasi oleh akar kepercayaan yang kuat serta pencapaian dalam berbagi berbagai hal hal apapun juga. Sahabat sejati yang tak akan pernah menyakiti maupun menusuk dari arah belakang kita.  Itu yang aku pahami tentang arti persahabatan,  terserah bagi kalian, jika memang tidak berkenan dengan pernyataanku itu hak kalian. Hak setiap seseorang untuk mengartikan arti dari persahabatan yang sejati. Titik! sekian dan terima kasih”

Sekelumit pidato yang di bacakan oleh Darwin diakhiri dengan gemuruhnya tepuk tangan dari semua mahasiswa serta mahasiswi di kelas psikologi siang itu.  Semuanya berdiri dengan terus menggemah gemahkan seruan tepuk tangan sampai Darwin benar benar sudah berjalan dan menuju ke bangkunya yang terletak di bagian dua dari depan, di sebelahnya Hanz tersenyum sambil tetap bertepuk tangan, di ulurkannya tangannya untuk memberi selamat pada darwin yang terlihat agak tersipu sipu menerima sambutan yang begitu meriahnya. Tak beberapa menit kemudian semua mehasiswa beranjak keluar ruangan saat jam pelajaran telah usai. semuanya. dan ruangan terlihat kembali dalam kesepian nyata.

Sementara itu di jarak beratus ratus kilo dari kampus Revolla di sebelah timur terdengar suara sirene polisi bercampur  hiruk pikuk para warga yang ingin mengetahui apa yang terjadi serta siapa yang menjadi korban. Barisan polisi serta bebrapa wartawan kriminal sudah terlihat sibuk disana sini. semuanya mencoba mencari dan berargumen masing masing mengenai si korban yang ternyata berjenis kelamain lelaki, berusia 21 tahun berkulit putih dengan luka memar serta irisan benda tajam di sekujur perut, tangan dan kedua kakinya. Mengerikan! Belum di ketahui indinteitas si korban tersebut, semuanya belum mendapatkan jawaban karena memang tidak ada benda apapun yang bisa memberi petunjuk nama serta alamat si korban. Hanya bisikan serta keluhan dari warga yang masih terus bergerumung saat selintas melihat kondisi si korban untuk terakhir kalinya sebelum di bungkus dan di bawa masuk ke mobil ambulans. Semuanya merasa miris  dan kasihan tapi tidak untuk seseorang yang belum jelas itu tanpak terlihat dingin tanpa exspresi apapun juga semuanya jelas terlihat meski kedua matanya tertutup kaca mata hitam.

“Hei kenapa ngelamun” sapaan yang di barengi sebuah tepukkan pelan di bahunya membuat dia terkejut dan hampir melompat, setelah ia menarik nafas dan sadar kalau yang menegurnya adalah si Hanz ia tersenyum  dan memandang sesaat ke wajah hanz yang terlihat tampil rapih

“Mau kemana,hanz?;tanyanya

” Lho kok malah tanya kan kita akan pergi rapat untuk membahas persiapan acara akhir tahun,Wins?” kenapa kamu? lupa atau memang sengaja melupakan acaranya agar bisa terus berkutit dengan buku buku ilmiah serta psikologimu ya? Sudahlah,Wins……..rilex..rilex sesekali itu perlu lagi. Kita senang senang setahun sekali OK? OK kan,wins,” serunya sambil menepuk nepuk kembali bahu sahabatnya itu untuk memastikan kalau ia juga ikut merasakan meriahnya acara tersebut nantinya. Darwin tak berkutik jika Hanz sendiri yang memojokkan situasi perasaan bimbangnya. Apabila bukan Hanz belum tentu darwin mau ikut ikutan acara yang menurutnya itu sangat tidak bermanfaat buat jiwanya, Dan kedua orangtuanya tentu tak akan pernah mengizinkan anaknya ikut acara yang poyah poyah itu jika bukan karena disana juga ada hanz, teman anaknya serta yang di kenalinya sedari kecil, selain bertetangga keluarga hanz dan keluarganya selalu mengadakan pertemuan pertemuan rutin.

Aku tak akan pernah mau merasakan sesaknya angin malam dikarenakan kepulan asap yang mengitari seluruh isi ruangan serta sesaknya bau keringat yang menimbun di seluruh tubuh sahabat sahabatnya selesai turun melantai dansa maupun berjoget tak karuan. Semuanya nempak menjemuhkan. semuanya!

Hanz dimana kamu hanz? tanyanya pada diri sendiri sambil kedua bola matanya mencari cari tempat dimana bisa melihat sosok tubuh sahabatnya itu. Di lemparkannya ke seluruh ruangan pandangan matanya, seekali ia menyapa sahabat yang menegurnya bahkan sempat ada yang menawarkan minuman padanya, tak terkecuali si desti, wanita yang sedari awal sudah menaruh hati padanya mengajak melantai sembari menyentuh sekujur tubuhnya agar dapat membangkitkan gairah muda darwin. Tetapi sia sia saja si wanita itu, selihai apapun merayunya si lelaki tetap tak bergeming dengan segala rayuan maupun sentuhannya. bahkan dengan tergesa gesa ia menepiskan tangan wanita dari bahunya lalu pergi begitu saja  tanpa menoleh ke belakang lagi. Tak di hiraukan semprotan caci maki yang tajam itu dari mulutnya. Bahkan ia tetap berjalan meski semua mata pada akhirnya mengarah kepadanya. Menatap penuh tanya.

Ruangan di lantai atas memang sangat sepi. Namun sangat menyejuk mata. Karena dari lantai inilah kita dapat mengarahkan mata kita untuk menyaksiakan proses perjalanan hidup ibu kota dari arah atas sini. Segalanya dapat kita saksikan apa yang terjadi di bawah. Dan di atas sinilah Hanz merebahkan tubuhnya di lantai berbaring dengan santainya sementara di sebelahnya seorang gadis berusia di bawah hanz dua tahun sedang asyik menangkupkan kepalanya di atas kakinya yang sengaja ia dudukan. Pandangan keduanya tampak penuh arti. Pandangan mata  sepasang kekasih itu lebih mencerminkan syahadat syahadat cinta  yang telah ia lanturkan dengan sahduhnya di dalam sanubaru hati mereka masing masing. Sesekali hanz melepaskan pandangannya ke arah gadis yang baru saja ia jadikan sebagai belahan jiwanya. Gadis yang menjadi objek mata Hanz itu terlihat tersipu malu.

Semenit kemudian Hanz bangkit dan duduk merapat ke tubuh sang gadisnya. ia rangkul bahu dan memandang lembut serta menari nari kan senandung perasaannya lewat untaian lembut jemari tangannya dalam genggaman tangan sang gadis yang tetap memainkan pandanganya ke sekelilingnya. Di biarkan dengusan nafas sang kekasih menghirup lirih di lehernya. Di biarkan rembulan hatinya memancar sinar kesejukkan lewat alur jari jari tangan mereka. Di rasakannya segalanya dalam kepatuhan cinta. Di biarkannya lembayung itu mengecup lembut di dada jemari tangannya. Di resapinya ketenangn hanz saat membelai rambutnya yang hitam sebahu itu, lalu menurun ke leher, bahunya. Dan Hanz hampir menyentuh kelopak bibir ranum gadis itu. Hanya berjarak beberapa inci saja kalau saja Darwin berdehem memainkan suaranya . Keduanya tersentak. Keduanya melepaskan genggamannya. Keduanya mengarah ke wajah darwin. Lalu sang gadis menunduk sementara Hanz tersenyum dan menyapa sahabatnya itu. Tak ada kemarahan terlihat di raut wajahnya. Tak ada tersinggungan. Hanz malah terenyum memperkenalkan sang gadis padanya saat sahabatnya itu sudah berada di dekat mereka. Sang gadis memperkenalkan dirinya yang di jawab dengan senyuman oleh Darwin. Suasana mencair kembali.

“Aku minta maaf soal kemaren,hanz,” tegur darwin ke esok harinya di pagi dalam ruangan kampus.

“Sudahlah,” jawabnya.

“Tapi Hanz! aku telah mengganggu acara kamu dengan gadismu itu. Sungguh aku tidak tahu kalau kamu ada disana sedang berdua. Hanz…….”

“Tidak apa apa, santai,win….tidak ada yang perlu di bilang kesalahan soal tadi malam itu OK? ” tegasnya sambil tersenyum. Dengan tersenyum ternyata membuat Darwin berhenti bertanya dengan segala kerisauan di dalam hatinya. Kerisauan yang slalu ia rasakan di setiap detik dan juga menit saat saat malam yang terus berlangsung. Kerisauan yang selalu saja membuatnya ingin berteriak setiap ada masalah yang menyapa dirinya. Kerisauan yang………..

“Kog malah diam,win? ada apalagi? teguran hanz membuatnya terkejut dan dengan keresahannya ia menggeleng gelengkan kepalanya.

KERESAHAN YANG MENEPIH

Darwin mencoba menenangkan perasaan yang sedang terjadi di dalam jiwanya saat ini. Saat malam yang tengah bermain main dengan cahaya rembulan dan bintang. Saat ari ari langit terus saja melukiskan warna hitam kelam dalam tubuh langit angkasa. Kerisauan itu terus membuat jiwa Darwin ingin berteriak dengan sekencang kencangnya agar rasa itu cepet cepet pergi dan tak lagi bernyanyi di dalam jiwanya. Tak akan ada yang mendengar teriakan Darwin di rumah yang sangat sangat besar dan terkesan mewah itu. Karena semua penghuni rumah itu sedang pergi menikmati dan merasakan keceriaan sang malam nan menggoda hati mereka. Mamahnya, Papahnya, Kedua abangnya semuanya menikamkan malam ini dengan segala jadwal acara masing masing. Sedang kedua pembantu serta penjaga rumahnya sedang asyik bercengkrama dengan pasangannya masing masing di gardu depan rumah.

Darwin masih disana. Di teras kamarnya yang berada di lantai dua. Bersender di pagar teras atas. Memandang ke angkasa dengan penuh pengharapan. Pengharapan yang hanya dia sendiri yang bisa mengetahuinya. Tidak ada orang lain pun. termasuk sahabat setianya sendiri.

Jam sudah menunjukkan pukul satu siang dan semua mahasiswa sudah banyak yang berbaur di perkarangan kampus menuju ke rumahnya masing masing. Karena dosen mata kuliah ada yang tidak masuk. Semuanya berbaur dalam langkah per langkah menuju pintu gerbang kampus. Begitu juga hanz serta Darwin yang sedang menuju ke area parkir dimana mobil darwin biasa di parkir, letaknya di belakang dekat halaman penuh rumput rumput yang tak terawat. Keduanya sedang asyik berjalan sambil bercerita saat tiba tiba seseorang datang menyeret tubuh Hanz dengan kasarnya. Darwin tergagap penuh ketakutan. ia berdiri dalam kerisauan yang tidak di pahaminya. Berdiri terpaku dalam balutan adu argumentasi kedua lelaki tersebut. Nampak Hanz sesekali menepiskan tangan laki laki itu yang hendak mengarah ke perutnya. Keduanya bergelut dalam sindak perkara yang hanya mereka berdua yang tahu. Kerisauan hatinya semakin menjadi saat ada darah mengalir dari hidung Hanz. Ia tak bisa berbuat apa apa! Dan tidak dapat membelanya.

” Gue ngincer Clara dari pertama kali gadis itu terdaftar di kampus ini. Dan gue hampir mau menembak hatinya…..tepat gue mendengar kabar lho sudah menembak hatinya duluan. Lho tahu gue kan? gue pantang menjadi yang kedua pada gadis gadis yang menjadi incaran gue. Tahu itu……..” serunya sambil menepiskan tubuh Hanz seenaknya hingga hanz terjatuh di rerumputan. Beberapa menit kemudian laki laki itu pergi meninggalkan mereka brdua. Meninggalkan sejuta pertanyaan tentang masalah yang sedang terjadi.

Dan Hanz hendak bangkit dan mencoba berdiri meski sudah di bantu Darwin saat tiba tiba hpnya berbunyi. Darwin tahu Hanz pasti belum sempat mengambil hpnya dari saku celana jinsnya maka dari itu ialah yang mengambil hp milik Hanz. Dinyalakannya dan membuka file penerima pesan. Terbaca disana tulisan Pesan dari Clara.

Keduanya terkejut. Keduanya saling bertatapan.

“Bersambung

aku, langit dan sisi lain dariku…………

Posted by: bluethunderheart on: 8 November 2009

Mestinya mataku tak terlelap akan panah luka yang di arahkan oleh jiwaku saat aku mulai menentukan pilihan yang tepat agar bisa menentramkan apa yang dinamakan jatuh cinta. Aku tertahan disini, di perbatasan antara megiyakan luka dan menutup logam cinta di hatiku yang saat ini bisa di bilang bahagia. Bahagia yang menurut telinga bathinku akan menimbulkan percikan api asmara maupun akan meneteskan air liur ketidakberdayaan,dan aku jadi teringat akan desiran angin yang menghembuskan kalimat “kau akan terperangkap oleh dalil dalil keinginan niatmu tuk menjatuhkan cintamu pada dambaanmu sementara engkau masih belajar membaca hadis jiwamu akan kesempurnaan kasih sayangnya”

Aku sekali lagi menerapkan hasratku tuk memiliki cinta but selalu saja langkahku tersendat tuk sementara ketika aku mulai bisa membaca buah pikiranku tentang arti cinta itu sendiri. Cinta yang selalu membuat aku nampak lebih bersahaja dibandingkan lukisan hatiku yang rapuh ini.

Duh, duhai Tuhan yang memiliki hasrat cinta yang begitu mulia, akankah kulimitkan gelombang arus itu pada satu titik saja ? padahal Dikaulah yang lebih bijaksana menentukan arusnya, duhai Engkau yang bijak.

Sementara tangan anganku dan jemari impianku tetap saja menggenggam bayangan dirinya, kekasih yang selalu menyempatkan waktunya tuk mendengarkan keluhanku.

Dan secangkir kopi janjinya yang akan dituangkan di lumbung jantungku tetap saja membuatku tergiur tuk meminumnya tetapi Tuhanku, apakah perlu aku meminumya saat ini, saat dimana jiwaku masih terlalu pahit tuk mencicipi aroma wangi dari kopi itu, duhai Tuhanku?

Oh langit cintaku biarkan aku merebahkan tubuhku ini dari lapisan ozon kebingungan karena aku yakin dikaulah tempat yang paling nyaman untukku.

Oh langit sayangku adakah tempat untukku? karena bangku kesadaranku masih bimbang.

Kegamangan dan ketidak sempurnaan yang ku miliki tetap saja membelit pemikiranku akan arti cinta yang akan kumiliki. Karena masih ada sisi lain yang tidak pernah ku ketahui tentang diriku ini. Aku masih mengharapkan tempatmu duhai langit keabadianku.

Gerimis di penghujung tahun………….

Posted by: bluethunderheart on: 7 November 2009

Sahabat ini postingan untuk sahabat blue yang merayakan natal………….meski blue tak merayakannya namun ini sekedar kado yang tak pernah sampai pada sahabat blue itu………..

Masih sebulan lagi mah kita akan merayakan natal bersama sama. Mamah sudah menyiapkan segalanya,bukan? jangan lupa bikin kue kue kesenangan bang Richardo ya,mah. Mamah tahukan kalau abang kita yang satu ini selalu saja mengharapkan ada kue putri salju dan juga nastar……hmm! mamah pastilah amat sangat paham dengan segala yang berbau dengan yang namanya Bang Richardo. Bukankah mamah selalu menjadikan abang anak yang pertama kali mamah ingat apabila kita berbelanja pakaian sejak dulu. Benarkan,Mah? sejak abang masih kecil selalu saja mamah menomor satukan bang Richard untuk segala yang akan kita beli. Ya,tas,sepatu,baju,celana serta mainan pun selalu milik bang Richarlah yang paling banyak mamah belikan. Tahu nggak sih,mah? terkadang kami, Ajeng,Putri dan dik sekar suka iri. Benar,mah! kami tidak bohong! kami memang sering suka ngedomel sendiri jika mamah membelikan barang mainan untuk anak anaknya tidak seimbang. Selalu abanglah yang paling banyak dan juga yang pertama di belikan. Kenapa,ya,mah? Sini, dekat kami anak anak mamah, kami akan bercerita tentang ketidak senangan kami terhadap bang Richardo bahkan kami sering kali berantem jika mamah tidak di rumah. Kak Putrilah yang sering membuat onar terhadap abang pasti ada ada saja yang di lakukan kak Putri untuk membuat abang jengkel maupun nangis…..Eit! mamah baru tahu sekarang kan? kalau kami itu sering bertengkar dengan abang? Berarti ancaman kak Putri berhasil mah. Kak Putrilah yang mengancam pada abang jika abang mengadukan semua perbuatan kita kita kepada mamah. Bahkan, Bi Iyem serta pak Oyong pun kita ancam jika ikut ikutan ngebela abang. Jahat ya kami ya,mah? Mah…..

Tinggal sebulan lagi yah,mah kita akan kumpul kumpul untuk menikmati syahdunya malam malam yang kudus saat menjelang tiba. Mamah…….kami sudah menyiapkan kamar kamar buat Oma Etty dan Opah Banyu plus kamar untuk keluarga besar kita. Oya,mah? ngomong ngomong keluarga dari calon mertua kita akan datang tidak,ya,mah? Kalau tidak salah, abang bilang kalau nanti pas malam natal keluarga  Non Shanty calon istri abang kita akan datang agak malam malam, itu yang di katakannya tempo hari saat aku main ke rumah abang, di daerah ciputat. Mah, saat Ajeng main ke rumah abang, Ajeng sepertinya melihat ada perubahan dalam sikap dan tingkah abang. Agak beda seperti waktu abang tinggal di rumah ini. Abang banyakan diam. Abang kelihatan gelisah sepertinya ada yang di pikirkan,mah. Mamah tahu kenapa abang seperti itu? Mah………..jawab dong. Pasti mamah yang lebih banyak tahu  segalanya tentang abang? Duh, kalau tahu begini jadinya Ajeng kagak bakalan dech ngiri sama abang, nggak akan pernah bikin abang kesal maupun marah! Sungguh,mah! Ajeng nyesel sekarang ini jika tahu abang akan memilih untuk tinggal sendiri di rumah Papah yang ada di daerah ciputat itu. Aku kangen abang,mah. Apalagi saat abang pergi setelah bertengkar hebat dengan kak Putri abang malah pergi dari rumah ini.

Mah…..ajeng nangis saat mamah kasih tahu kalau abang bukanlah anak dari darah daging mamah sendiri. Ajeng sedih teramat dalam,mah. Ajeng seperti kesambar petir saat kak Putri dengan lantangnya mengatakan kalau Abang bu..kan………ana…..anak……mamah dan papah. Abang cum…..cuma.anak……….angkat! Mah…………Ajeng nangis,mah! Lihat. lihat Ajeng,mah! Maafkan Ajeng mah saat itu Ajeng tidak tahu apa apa. Mah………tetapi Ajeng bahagia sekali saat abang tidak marah sama kita kita. Bahkan Mah, saat setelah seminggunya Ajeng main ke rumah abang…….ajeng malah di suruh nginap di rumahnya terus ajeng bilang saja kapan kapan, abang suka ngasih uang lho mah buat kita kita. Benar,mah! bahkan abang juga menitipkan uang buat kak Putri. Abang saat itu kan sudah di terima di perusahaan yang bergerak di kontraktor yang bonafit. Pernah saat pagi pagi sekali setelah lari pagi,aku,sekar,pak oyong dan juga bi iyem mampir ke rumah abang abang sedang siap siap mau berangkat kerja. Duh,mah abang tampan sekali memakai setelan kemeja berlengan panjang sama persis seperti saat papah mau berangkat kerja. Seperti pinang di belah dua saja mah. Walaupun abang Richard bukanl……………

“Sudah senja sekarang ini. Tetapi abangmu belum juga datang,Jeng” sapaan lembut mamah seketika membuyarkan lamunanku. Aku menatap wajah mamah dengan kesyahduan yang sama seperti yang akan kami laksanakan di malam natal nanti. Kami berdiam. Kami tahu abang sedang di tugaskan ke daerah perdalaman di timur Indonesia. kami tahu kalau abang akan langsung ke sini tepat setelah kapalnya mendarat di ibukota jakarta.

Dan gerimis semakin nampak piluh saat senja mulai terbenam. Gerimis yang sedang kita nantikan kehadiran abang di rumah ini lagi. Gerimis yang………………

“Selamat malam,bu dan mbak mbak sekalian.” ucapan dari tamu yang datang bersama beberapa orang berkunjung tepat saat kami sedang menunggu abang. Kami menyambutnya, lalu katanya lagi, “Kami dari dinas penerbangan ANGKASDA Jaya ingin menyampaikan kalau pesawat transit jurusan Surabaya – jakarta mengalami kecelakaan udara saat hendak melandas di bandara. Pesawat jatuh dan seluruh awak kapal serta penumpang semuanya tidak ada yang selamat!.

Sunyi

Sepi!

Malam kudus………………sunyi senyap……..bintang pun gemerlap………………………

Ada Apa Dengan Stagfasi Politik Kasih !

Posted by: bluethunderheart on: 6 November 2009

Berjuta-juta hari yang berlalu di tahun ini, dipenuhi jeritan-jeritan kecil dalam kalbuku, kata kunci penyebab duka itu sendiri inflasi keraguan. Inflasi ini telah memakan korban perasaanku, melahirkan kerikil-kerikil kecil dalam percintaan. Suasana semakin suram atas kenaikan harga keraguan tersebut. Dan aku tidak tahu bagaiman cara mengatasinya.

Stagflasi ingkar janji merupakan varian dari konjungtor emosi kita yang setiap rentang waktu tertentu menghantui hubungan percintaanku itu. Stagflasi yang menjurus resesi ekonomi permaafan kian diiringi terdongkraknya harga pemutusan !. Ujung ujungnya, kepercayaan publik jiwaku terhadap pemerintahan janjiku mengalami deteriorasi.

dan aku hanya bisa terdiam menerima stagfasi politik cintaku yang belum terjawabkan

Apa aku pernah mengeluh…………….apa aku pernah berlari

sayang kau menilai ku salah……..

Tag:

Saat wacana kebenaran menjadi sebuah dilema…………

Posted by: bluethunderheart on: 4 November 2009

Aku bangga padamu,Yah!
Bangga yang bukan sekedar tuk memuji dan mengharapkan banyak welas asih dari semua masyarakat di sekitar rumah kita. Aku yakin,ayah pun tak ingin memiiki asa seperti sedemikian itu karena aku,anaknya, selalu bisa meyakinkan bahwa ayah akan tetap memegang pada sebuah kebenaran. Kebenaran yang semakin hari semakin sulit untuk di terima dengan akal sehat. Kebenaran yang selaksa jauh sangat penjabarannya. Padahal hal sedemikianlah akan selalu berada di jiwa jiwa yang memiliki moral kebenaran yang suci. Dan semuanya itu pastilah ada dalam jiwa ayahku yang saat ini sedang mendramasasikan sebuah pentas yang belum ada titik akhirnya. Sebuah drama yang sangat kontras dengan para penonton setia ketidak adilannya. Ayah sebagai tokoh utama yang sangat konkrit actingnya. Real dan benar benar tanpa paksaan. Karena dalam jiwa ayah tertanam sebuah kebenaran.

Ach! Aku selalu bangga pada ayahku………….

Meski sekarang masih berada dalam lakon drama ketidak adilannya ayahku selalu memiiki motivasi untuk menyelesaikan pertunjukkannya.Tanpa ada paksaan serta sisipan salam dari para pelakon pelakon lainnya.Para pelakon yang seakan akan memiliki jiwa reformasi propesi pelakonnya. Yang merasa bahwa momentum untuk kebenaran itu tak semudah seperti yang ada di pikiran ayahku. Memang ayahku tak  sedikitpun mendalami  arti kerdilasiasi serta jiwa kriminalisasi seperti yang hendak di tampilkan oleh banyak para pelakon dalam pentas drama menuju kebenaran tersebut. Meski ayah bukan pelakon yang baik dan sangat menjiwai pementasan tersebut namun aku selalu merasa bahwa aku meski bangga akan ayahku yang tak memiliki jiwa mafia peradilan di pentas instusi penegak hukum pementasan tersebut.

Dan aku bangga padamu,ayah!

Dunia ini penuh sandiwara……..ceritanya mudah di terka

kisah mahabrata atau tragedi dari yunani……….mengapa kita bersandiwara

Setengah jam dari angka delapannya malam

Aku sudah menggunakan pakaian sesuai dengan apa yang biasa kamu bilang,”U keren juga kalau pakai baju ini,say?”

Dan aku juga sudah menyemprotkan parfum merek yang sepuluh ribuan ke bawah ketiak tanganku serta dekat leher yang selalu kau bisikan,” U wangi sekali malam ini sayang, aku jadi senang berdekatan denganmu,”

Selalu ku rapihkan rambutku sebelum memasuki rumahmu dan bertemu dengan saudara serta keluarga besarmu karena aku selalu pakai gel di rambutku……….”Keren habiz kamu sayang,” katamu sapamu sambil menatap lembut rambutku.

……………………………………………………………. Delapan kurang sedikit

Aku masih berharap akan selalu memelukmu dengan penuh kerinduan setelah dua minggu tak bertemu. Dan aku juga sudah menyiapkan strategi untuk mengecup keningmu saat aku nanti berdekatan denganmu. Semuanya sudah ku tanamkan dilubuk yang paling dalam dari akar kenafsuanku. Kan dia kekasihku dan dia bilang aku juga bagian dari hatinya……..so sweat kan?

Lalu aku segera memberhentikan mobilku tepat didepan pagar rumahnya yang kagak begitu kecil namun juga kagak begitu sangat besar. Dengan tanpa turun dari mobil aku menoleh ke arah kanan aku melihat ada bayangan kekasihku dari balik kain transparnya jendela rumahnya. Dan aku sangat senang……………………..tetapi! lho koq ada bayangan satu lagi! Bayang itu mulai mendekat kekasihku. bayangan itu mulai melingkarkan tanganya di sekitar body kekasihku. dan bayangan itu kian mendekat sangat dekat sekali! Dan bayangan itu mulai mengecup kening kekasihku. Dan bayang itu……………….TIDAK!

( Jika sahabat megalami seperti ini. gimana tindakan selanjutnya? )

Sayangku…………….

Aku ada dalam pelukanmu dan aku akan selalu merindukanmu saat saat kamu jauh dariku dan aku akan selalu menantikan kapan pun kamu ada sayangku. Aku selalu saja memberikan bayangan bayangan indah pada mimpi mimpi kita berdua dan aku akan selalu menanti beberapa waktu yang akan datang saat kamu benar benar pergi meninggalkan daku sayangku, aku takut sama sekali. Kamu akan pergi dan tak akan pernah kembali lagi. Kemaren saja saat kamu pamit untuk memberikan senyum yang indahmu beberapa kali lagi aku benar benat takut dan tak mengerti bagaimana kamu bisa sadar bahwa aku ini kekasihmu dan bukan orang lain.

Sayangku…………..

Mimpikanlah diriku bila kamu telah meniduri nyawa kerinduanmu pada malam malam yang datang semburatnya. Aku merindu dendam dan merindu amat sangatnya  jangan pernah kamu tinggalkan begitu saja ya? aku benar benar takut bila karna kamu sangat berarti dan tegakkanlah cintaku ini  dengan beratnya aku takut dan sangat takut sayangku. Jikalau angin kerinduan yang datang itu tak akan pernah datang jangan pernah meninggalkan daku ya? aku takut dan benar benar takut.

Sayangku……………

Resapilah sekali lagi arti kehadiran ku di dalam lingkup perjalanan kehidupanmu, betapa sederahananya aku dalam menggenggam anganku untuk selalu bersama sama menikmati serangkaian cerita di kisah cinta kita, sayangku yang manis. Aku pesimis jika nanti kita tetap merangkai niat kita ke dalam wadah yang agung pasti aku yakin kita akan tetap menyempurnakan keikhlasan janji kita berdua yg akan mengisi kekosongan sedikit waktu yg ada. Kita akan bahagia, duhai pelipur laraku.

Sayangku…………

Mata hatiku tak akan pernah letih memancarkan seberkas cahaya cinta pada lampu hatimu yang terdalam itu, sayangku. aku teramat ingin melaraskan cahaya cinta yg putih ini pada sudut sudut jiwamu yg aku yakin juga akan memiliki cahaya yg sama terangnya seperti cahaya yg kumiliki. Kita sama sama selusuri kegelapan pada kisah kita kan, duhai yg memiliki wajah yg indah?

Sayangku……..

Betapapun kelamnya masa lalu diantara kita berdua aku takakan pernah memberikan ruang untuk keraguanku atas cinta yg ada sempurna ini, sayangku. Aku ada dalam dekappan hangatnya kasih sayang kita.

Hanya satu yang tak mungkin kembali………..hanya satu yang tak pernah terjadi

segalanyaa teramat berarti di hatiku selamanya……………….

selingkuh itu indah……..

Posted by: bluethunderheart on: 31 Oktober 2009

Aduh! mau ngomong ape lagi gue kalo bokapnye si momon tahu tentang kejadian yang telah gue alami beberapa hari ini? gue pusing teramat pusing. sumpeh, gue pikir bahkan ada tragedi yang lebih hebat dibandingkan dengan kabar kenaikkan harga bbm, listrik. Bah! mesti gimana yah gue ngomong kalo bokapnye tanya tanya persoalan itu.

Tidak! gue mesti bersikap jantan dan menunjukkan kalao gue mau bertanggung jawab atas perbuatan yang telah gue lakukan tempo hari. Gue mesti hadapin dan berjiwa lapang. Due kagak boleh takut. Gue mesti berani. Gue kagak boleh lari dari kenyataan apalagi sampe lari kerumah bu Rt, bu rw dan ibu ibu yang lainnya,  tuk minta makan dan uang……… kagak bakalan gue lakuin, (kagak nyambung kali)

Mau kagak mau gue mesti ngadepin tuh muka bokapnye sendirian! persoalan ini harus selesaikan dengan bijak dan kagak ada pertumpahan darah tentunye. Gue percaye kalo bokapnye kagak bakalan mareh. Meski anaknye telah gue duain. Meski si puji sering kesal dan nangis nangis terus melihat gue selingkuh dengan yang lain. Gue…………

Firaunnnnnnnnnnnnnnnn! jerit babeh

nama saye Firaumsyah, beh! bukan Firaun.

kagak penting dan kagak jadi masaleh bagi babeh, kalo babeh manggil lho firaun emang kenape? lho mau mareh same babeh?

kan begitu beh, saye cume ngebetulin aje name aye. kan nyak dan babe ayeh juga udeh nyari nyari wangsit tuk name itu, beh! malah pake acare bikin bubur merah, bubur putih, bubur kacang ijo, bubur ayam pake telur puyuh terus ame pake sate ayam, sate amplea pake kerupuk, emping dan juga kagak ketinggalan sambel kacangnye …..beh de jamin enak deh beh……..

Firaunnnnnnnnnnnnnnn

kenape lagi beh?

kagak useh lho jelasin tuh bubur, babeh tambah pusing.

terus lagi mane,beh?

babeh mau lho jujur ame babeh tentang kabar yang babeh dengar kalo lho tuh udeh mulai dekat dekat ame tuh selingkuhan. ayo bilang?

emang bikin babeh pusing ape?

goblok lho. Ya iyalah masa ya iya dong.

wih babe gaul nich ceritanye

kagak penting. cepat jelasin ke babeh persoalan ntuh, lagian kalo lho slingkuh ape lho udeh kagak cinte ame anak babeh, kan lho baru due hari yang lalu menikah dengan anak babeh.

kagak useh dipikirin kali beh

enak aje lho omong. emang aye bukan manusia ape kagak mikirin persoalan anak babeh sendiri. lho tuh udeh bikin anak babeh nangis terus. pokoknye lho harus tinggalin si…..

si manis beh, namanye

iye, si manis ntuh.

Babeh mareh nih ceritanye

ya iyalah

babe cemburu

iya iyalah bego

hahahahahahahahahahahahahahahahahahahahaha

beh…..kenape lho malah ketawe?

hahahahahahaha

firaunnnnnnnnnnnnnnnnnnn

Firaumsyah beh, name saye sebenarnye.

Kagak penting!

ya  udah deh aye jelasin dulu tetang si manis itu. sebenarnya yang namanye si manis ntuh cuma………….

cuma ape?

ya cuma sebuah laptop beh. Aye kalau udeh duduk berhadapan dengan laptot aye sampe lupa ame waktu bahkan ame istri aye sendiri. Aye lupa kalo aye belum kasih tahu ke anak babeh kalao hobi aye ntuh  suka main ame laptop ane sendiri.

……….

kanape,beh?

ya udah kalo gitu persoalannya ntar babeh kasih tahu ke istri lho masalah ini. sekarang lho harus……..

harus ape lagi, beh?

ya ntuh tadi. lho kan tadi cerita tentang masalah bubur bubur, babeh jadi pingin makan bubur yang lho ceritain tadi.

bubur merah ame bubur putih, beh?

ya kagak cuma itu, babeh juga mau bubur kasang ijo, bubur ayam pake telur pake sate ayam pake sate amplea dan……………………….

gedubrak!@!#$%

arsip bluethunderheart

my blue calendar

November 2009
S S R K J S M
« Okt    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Blue Stats

  • 45,385 hits